Isentropic Efficiency

Centrifugal compressor bertugas menaikkan tekanan gas dari suction ke discharge. Untuk mendorong gas ini ke tekanan yang lebih tinggi diperlukan energi dalam hal ini dilakukan dengan impeller yang berputar.

Gas alam merupakan campuran (mixture) dari berbagai gas dan mempunyai berat, bisa ringan bisa berat. Gas yang ringan memerlukan energy yang lebih besar untuk menekannya. Sedangkan gas yang lebih berat (lebih padat) memerlukan energy yang lebih sedikit. Energi yang diperlukan oleh gas compressor tiap satuan berat untuk menaikkan tekanannya dari suction ke discharge inilah yang disebut Head.

Head (ft) = Kerja oleh impeller (ft .lbf) / berat gas (lbm)

Isentropic Head adalah Head yang benar-benar diperlukan oleh gas compressor untuk menaikkan tekanannya, dengan mengabaikan losses yang terjadi.

Sedangkan Actual Head adalah Isentropic Head ditambah dengan losses yang ada di centrifugal compressor baik losses mekanikal maupun aerodinamis.

Efisiensinya dinyatakan dalam isentropic efficiency atau biasa disebut dengan ETAisen yaitu Isentropic Head dibagi dengan actual Head. Misal ETAisen-nya 0.7 artinya energy yang benar-benar dipakai untuk menaikkan gas adalah 70% sedangkan sisanya 30 % adalah losses yang terjadi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi centrifugal gas compressor

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi unjuk kerja centrifugal gas compressor. Cara yang paling mudah adalah dengan melihat rumusnya🙂

T1 = absolute suction Temperature (dalam R)
T2 = absolute discharge Temperature (dalam R)
P1 = absolute suction Pressure (dalam Psia)
P2 = absolute discharge pressure (dalam Psia)
K = ratio specific heat

Dari rumus diatas terlihat bila T2 (Temperatur discharge) semakin besar maka efisiensinya akan menurun. Operator lapangan yang tiap hari reading dapat memprediksi secara sederhana performance unitnya. Bila T2 menunjukkan trending yang naik, hal ini dapat disebabkan oleh internal losses maupun resirkulasi pada seal yang ada di dalamnya (lihat tulisan sebelumnya tentang kebocoran internal pada centrifugal gas compressor). Akibat adanya resirkulasi internal maka Temperatur keluarannya akan lebih tinggi.

Faktor lain yang dapat dengan mudah dilihat adalah pressure ratio-nya (P2/P1). Bila Pressure Discharge P2 menunjukkan trending menurun, itu artinya kemampuan compressor untuk mengkompresi gas juga mengalami penurunan

Pos ini dipublikasikan di Gas Compressor, Thermodinamika. Tandai permalink.

3 Balasan ke Isentropic Efficiency

  1. baran berkata:

    bagus sekali blog nya pak..
    terutama yang bagian basic of gas turbine, saya sangat terbantu sekali dengan adanya artikel bapak🙂

  2. zainul berkata:

    mengapa pada setiap equipment contoh pump atau cpmpresor selalu didesain diameter pipe di suction lebih besar dari diameter pipe di discharge

    • ayahmuthia berkata:

      mas zainul, pada suction kita menginginkan adanya jumlah/aliran/flow yang banyak (optimum), dan untuk menghasilkan pressure yang lebih tinggi tentu saja sejumlah fluida ini harus ditekan di ruangan yang lebih kecil (discharge)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s