Nostalgia Bersama Thermodinamika

Thermodinamika merupakan ilmu yang menarik. Sangking menariknya sampai saya mengambil mata kuliah ini berulang kali🙂. Berulang kali karena dapat C atau D teruuus… yah memang untuk memahaminya dengan baik,salah satu resepnya kita harus rajin latihan soal.

Buku ajar yang dulu dipakai adalah “Thermodynamics, an engineering approach” karya Dr. Yunus Cengel, sebuah buku yang enak dibaca, mudah difahami dalam penyajiannya, banyak gambar disisi kiri atau kanan hampir tiap halamannya, dan banyak contoh soalnya.

Buku ini cukup tebal, untuk memilikinya (lebih tepat foto kopi😀 ) perlu minta uang agak banyak pada orang tua (ibu saya, soalnya ayah saya meninggal waktu saya kelas 1 SMA). Nah karena keluarga besar (anak banyak) dan pas-pasan, kita faham kondisi keuangan dan nggak enak kalau minta uang tambahan. Buku tersebut akhirnya gagal saya miliki semasa kuliah😦.Beruntunglah keluarga pas-pasan sebelum tahun 2000 karena kesempatan kuliah masih terbuka lebar😀.

Karena sering mengulang dan akhirnya berulang kali ketemu, maka lama-lama timbullah bibit-bibit cinta…… pada thermodinamika. Sebagai bukti cinta, buku thermodinamika akhirnya bisa saya miliki juga…. setelah saya bekerja.😀.

Saya lihat Thermodinamika ini erat dan kuat hubungannya, salah satunya, dengan Gas Compressor. Unjuk kerja gas compressor ini dapat dilihat pada kemampuannya menghasilkan tekanan dan banyaknya (capacity) gas yang dapat ditekan (kompresi) pada sejumlah waktu tertentu.

Masalahnya gas yang dikompresi ini merupakan campuran (mixture) yang kompleks. Dari yang ringan seperti metana, sampai Heavier Hydrocarbon, belum lagi ada unsur lain (impurities) seperti H2S.

Gas alam ini mempunyai massa, energy, dan sifat-sifat (properties). Sifat fisik seperti Temperatur, Pressure, dan massa, juga sifat Thermodinamis seperti specific gravity, density, specific heat capacity, dan compressibility gas. Sifat Thermodinamis merupakan properties yang menyebabkan perubahan temperature (Thermo) maupun energinya (Dinamika/pergerakan molekulnya).

Komposisi gas alam ini berbeda satu sumur dengan sumur lainnya. Perubahan komposisinya juga terjadi seiring dengan umur sumur gas tersebut. Maka pemahaman konsep Thermodinamika sangat membantu dalam memahami performance gas compressor.

Komposisi dan susunan (gabungan) gas alam menentukan karakteristik bagaimana ketika gas itu dikompresi. Karakteristik ini harus diperhatikan ketika desain, pemilihan gas compressor untuk aplikasi tertentu, dan penentuan unjuk kerja gas compressor yang sudah terpasang pada suatu field.

Selamat mempelajari (lagi) Thermodinamika🙂.

Pos ini dipublikasikan di Thermodinamika. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Nostalgia Bersama Thermodinamika

  1. yudi irvan berkata:

    sistem kerja PTO tolong di share juga pak. Sebab ilmu yg anda bagi ini sangat bermanfaat dan sangat membantu. Para siswa. Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s