Pengisian Lube Oil Sesuai Anjuran

Peranan oli sangat penting bagi sebuah peralatan dimana salah satu fungsinya untuk mengurangi gesekan. Namun apabila tidak sesuai dengan anjuran pabrikannya baik kualitas maupun kuantitas olinya , tentunya akan mendatangkan masalah bagi peralatan itu sendiri.

Kali ini kita akan membahas tentang kuantitas (jumlah) oli.

Misal ada penggerak pompa yaitu sebuah vertical electric motor 200 HP dengan menggunakan lube oil untuk pelumasan bearingnya,yaitu upper bearing dan lower bearing. Terdapat 2 sight glass dimana sight glass atas untuk melihat jumlah lube oil pada upper bearing dan sight glass bawah untuk lower bearing.

Pada sight glass tersebut terdapat garis batas minimum, maximum, dan standstill level dimana merupakan batas-batas pengisian lube oil.  Tetapi dari pengalaman yang ada, tidaklah cukup menggantungkan pengisian lube oil pada sight glass saja walaupun motor listrik tersebut baru keluar dari pabrikan.

Bisa jadi penunjukan pada sight glass sudah cukup ( pada standstill level) padahal rumah bearingnya tidak terisi lube oil dalam jumlah yang cukup. Dikarenakan saluran penghubung antara sight glass dengan rumah bearing (dapat saja) hanya berupa saluran kecil dimana dapat mengalami kebuntuan (plugged).

Mengoperasikan motor listrik dengan jumlah lube oil yang kurang pada rumah bearing dapat berakibat kerusakan parah (macet/jammed).

sight glass dan name plate

Pengisian lube oil dengan volume yang benar adalah dengan mengikuti apa yang dianjurkan oleh pabrikan. Anjuran ini terdapat didalam name plate. Umumnya pabrikan amerika menggunakan satuan british seperti Quarts (Qts) yang tidak umum di Indonesia yang biasanya menggunakan satuan liter.

1 US quart setara dengan 0.946352946 liter.

Tabel konversi qts ke liter

Dalam kasus motor listrik diatas, pada name plate tertera :

Upper bearing : 11.5 qts

Lower bearing: 2.25 qts

Jumlah inilah yang harus diikuti dalam pengisian lube oil. Bila kita masukkan sejumlah oli tersebut tetapi kemudian lube oil tumpah (luber) hal ini menunjukkan adanya kebuntuan dalam saluran penghubung antara sight glass dan rumah bearing dan harus segera diatasi sebelum pengoperasian.

 

Pos ini dipublikasikan di motor listrik. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s