FLOW

Flow merupakan volume cairan yang dipindahkan dalam suatu waktu.

Fluida yang mengalir dalam suatu pipa akan mengalami gesekan yang merupakan faktor penghambat aliran.

Rumus dari flow adalah Q = A x V

Dimana Q : flow (dalam cubic meter per detik, m^3/s)

A : luas permukaan pipa (dalam meter kuadrat, m^2)

V : kecepatan cairan di dalam pipa (dalam m/s)

Perusahaan Amerika umumnya menggunakan satuan british dimana flow (Q) dalam gpm (gallons per minute), sehingga rumus diatas disesuaikan menjadi: Q = 449 x A x V. Dengan A dalam feet kuadrat (ft^2), dan V dalam ft/s.

Dari hukum Bernoulli bahwa ketika kecepatan fluida naik maka pressure akan turun. Penurunan pressure berbanding dengan besar kecilnya pipa. Semakin kecil pipa, semakin besar gaya gesek (friction)nya sehingga losses (rugi-rugi) semakin besar  dan berakibat semakin besar penurunan pressurenya .Pada pipa suction (masukan) hal ini penting untuk diperhatikan, bila terlalu kecil maka suction pressurenya juga akan menjadi kecil. Ini artinya NPSHA (Net Positive Suction Pressure)nya akan semakin rendah yang dapat menyebabkan kavitasi. Hal ini tentu saja sudah menjadi bahan pertimbangan manufacture dalam merancang  diameter suction pompanya, juga biasanya mereka merekomendasikan minimal diameter pipa yang harus disambungkan ke suction pompa tersebut.

Satu lagi yang dapat kita pelajari dari formula flow diatas adalah V atau kecepatan cairan dalam pipa,  V = Q/A. Semakin kecil diameter pipa, semakin tinggi kecepatan cairan didalamnya. Terlalu tinggi V ditandai noise (suara berisik) pada pipa. Untuk itulah terkadang manufacture mensyaratkan kecepatan aliran (V) maksimal tertentu  untuk pompa dan aplikasi tertentu. Dengan diketahui Q (flowrate) pompa dan V maksimal maka A dapat dicari sehingga diameter minimal pipa yang dipakai dapat dipilih

Jadi diameter pipa harus ditentukan berdasarkan flowrate (Q) dan kecepatan cairan (V) yang direkomendasikan.

Note :

Sebagai contoh : (diambil dari grundfos)

-dalam aplikasi rumah tangga V direkomendasikan maks. 1 m/s

-untuk aplikasi lainnya, V maks. 2 m/s

* Untuk standar dalam industri perminyakan penulis belum menemukan, tetapi  dengan diketahui flowrate dan Head yang kita butuhkan, pompa yang sesuai dapat kita pilih, lalu kita dapat memilih diameter pipa sesuai yang direkomendasikan dalam manual booknya. Manufacture hampir dapat dipastikan menuliskan persyaratan diameter minimal untuk suction dan discharge pipa di dalam manual book-nya.

Pos ini dipublikasikan di Pompa. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s