Recycle Pada Gas Compressor

Gas compressor digunakan bilamana diperlukan untuk mengalirkan gas dari tekanan rendah ke tekanan tinggi. Musuh utama pada centrifugal gas compressor adalah surge.

Surge terjadi bilamana compressor dalam operasinya tidak mempunyai cukup flow (volume Gas yang mengalir). Pada saat itu, gas yang ada di pipa keluaran (discharge piping) dapat mengalir balik menuju compressor untuk sesaat. Kondisi ini akan menyebabkan getaran tinggi dan merusak bearing serta seal compressor. Kebanyakan compressor hanya mampu menahan surge beberapa kali saja sebelum mengalami kerusakan.

Surge dapat disebabkan meningkatnya permintaan head sistem padahal flow yang ada tidak mencukupi. Gampangnya, kebutuhan pengeluaran lebih besar daripada pemasukan, sehingga aliran pemasukannya (flow) tidak dapat mengejar kebutuhan pengelurannya (head). Kondisi di lapangan dimana gas compressor diperlukan untuk gas lift, juga sifat (nature) flowrate dari sumur-sumur gas sampai ke system menyebabkan flowrate berubah-ubah, tidak steady, dan tidak dapat diprediksi dengan tepat, bahkan dapat terjadi kondisi dimana tidak ada aliran yang memasuki compressor. Hal-hal tersebut diatas dapat menyebabkan surge.

Untuk mengantispasi kekurangan flow maka pada sistem gas compressor terdapat recycle valve, kadang disebut surge control valve atau anti surge valve. Bila aliran yang masuk (suction) ke compressor berkurang maka recycle valve (anti surge valve) akan membuka sehingga sebagian gas keluaran (discharge) compressor akan mengalir ke suction untuk membantu menambah flow suction tersebut.

Recycle Piping (Ber)garis Merah

Bila kita lihat pada diagram PFD ,P&ID, maupun kondisi di lapangan akan didapat recycle piping mengarah ke upstream (sebelum) scrubber seperti gambar diatas (lihat yang bergaris merah). Mengapa tidak langsung saja ke suction compressor? Mengapa harus ke scrubber dulu?

Alasannya sebagai berikut :

Bila gas mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan yang lebih rendah (gas mengalami expansi) maka akan terjadi penurunan temperature (Temperature drop). Bayangkan saja sejumlah gas yang berada dalam ruangan yang kecil (pressure tinggi) maka molekul gas tersebut akan saling bergesekan sehingga temperature-nya menjadi tinggi. Bila pada ruangan yang lebih besar (pressure lebih rendah) maka gesekan molekulnya akan berkurang sehingga temperaturenya lebih rendah. Jadi bila gas dari tekanan tinggi (dalam hal ini discharge pressure) kemudian di-recycle ke tekanan lebih rendah (dalam hal ini suction pressure),  gas akan mengalami penurunan temperature.

Penurunan temperature tersebut tergantung pada komposisi gas dan differential pressurenya (perbedaan Pressure tinggi mula-mula dan Pressure rendah tujuan). Jika penurunan temperature tersebut sangat rendah, gas akan berkondensasi dan terbentuklah uap cairan bahkan hydrate. Hal ini akan membahayakan compressor sehingga recycle piping tersebut diarahkan ke upstream (sebelum) scrubber untuk memisahkan uap air sehingga gas yang akan memasuki compressor dalam keadaan bersih.

Pos ini dipublikasikan di Gas Compressor. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s