hubungan capacity dengan ampere

Sebuah pompa pengirim minyak (shipping pump) berjenis vertical turbine pump 6 stage dengan penggerak motor listrik 200 HP. Ketika beroperasi normal, arus listrik motornya yang terbaca di panel circuit breaker sekitar 195 ampere. Suatu saat,  pompa tersebut mengalami high vibration sehingga harus diganti. Sebuah team maintenance melakukan pekerjaan penggantian pompa tersebut dengan pompa baru. Setelah selesai penggantian, pompa dapat diputar mudah dengan tangan, lalu pompa tersebut di-test running. Ternyata arus listrik yang terbaca di panel hanya menunjukkan 145 ampere.

Mengapa begitu?

Pekerja lapangan lebih tertarik kepada hal-hal praktis, cepat, dan mudah terlihat. Salah satu rule of thumb yang praktis di lapangan adalah arus listrik/current/ampere berbanding lurus dengan flow. Artinya bila ampere turun, pertanda flow rate (capacity) pompa juga turun yang ditandai dengan seringnya alarm high level pada surge vessel yang merupakan upstream (masukan) pompa, level liquid pada sight glass surge vessel yang melebihi biasanya, atau pembacaan liquid meter yang menunjukkan flowratenya menurun.

Bagaimana penjelasannya?

Dari tulisan sebelumnya tentang rumus daya motor listrik yang digunakan untuk memutar pompa

Terlihat dari rumus diatas daya (bhp) atau P berbanding lurus dengan Q (capacity) pompa. Pompa mengalirkan liquid yang banyak (capacity banyak) tentu membutuhkan daya motor listrik yang lebih besar. Sedangkan dari rumus daya motor listrik dimana P = V X I, jadi daya berbanding lurus dengan I (current/ampere)nya. Dari kedua rumus tersebut bila disatukan ;

P ~ Q

V . I ~ Q  jadi I ~Q (ampere berbanding lurus dengan capacity )

jika kapasitas cairan yang dipompa meningkat maka daya yang dibutuhkan juga akan naik dikarenakan load (beban)nya bertambah, dengan naiknya daya berarti arus yg dibutuhkan juga meningkat

Jadi dari kasus penurunan ampere diatas dapat diprediksi pompa tidak dapat mengirimkan flow rate sebagaimana biasanya. Penurunan ini dapat diakibatkan oleh pemasangan impeller dengan diameter lebih kecil dari biasanya (tidak standar). Lihat tulisan sebelumnya yang membahas diameter impeller.

untuk itu, dalam kasus diatas pompa tersebut harus dicabut lagi dan diganti dengan pompa lain yang memiliki diameter impeller standar.

Pos ini dipublikasikan di Pompa. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s