Preventive Maintenance (Bagian 1)

Misalkan sebuah perusahaan membeli sebuah reciprocating compressor untuk keperluan suplai udara instrumentnya. Sebuah peralatan mungil dengan merk Ingersoll rand, type 15T.                Sebuah motor listrik dipakai untuk menggerakkannya dengan perantaraan sebuah V-belt. Agar memperoleh performance yang optimal, perusahan tersebut membelinya dalam keadaan baru. Baru keluar dari pabrik istilahnya, jadi keandalannya tidak perlu diragukan lagi.

Di field compressor tersebut dioperasikan terus menerus. Awalnya semuanya berjalan lancar, pressure yang diinginkan dapat dicapai dengan cepat begitu pula suaranya halus. Namun, Beberapa bulan kemudian baru muncul suara-suara asing. Kerja compressor mengisi air receiver tank pun lebih lambat, tidak secepat dulu. Intake filter juga mulai basah oleh lube oil, tanda bertambahnya clearance ring piston dengan cylinder. Lube oil pun semakin encer karena panas dan kemampuan melumasinya pun berkurang. Crankshaft bearing pun akhirnya tidak mendapat pelumasan yang baik. Singkat cerita, compressor tersebut tidak dapat beroperasi sama sekali karena crankshaft bearingnya macet.

Ilustrasi diatas menggambarkan kondisi peralatan yang akan berubah seiring dengan waktu atau terkait dengan penggunaannya. Semua peralatan pastilah mempunyai umur tertentu dimana performancenya tidak dapat lagi diandalkan. Namun, tentu saja peralatan yang dirawat dengan baik umurnya berbeda dengan peralatan yang tidak dirawat. Perawatan yang baik tentu saja tidak berkaitan dengan mood teknisinya dalam memonitor. Bila teknisi lagi semangat peralatan baru diperiksa, bila lagi tidak mood atau lagi sibuk dibiarkan saja. Tentu saja itu bukan manajemen perawatan yang baik. Agar lebih teratur dan terukur perlu penjadwalan pemeriksaan dan perawatan. Penjadwalan  dapat berkala/ berkaitan dengan waktu (misal mingguan atau bulanan) ataupun dengan jam kerja (running hours) suatu peralatan.

Tindakan perawatan yang dilakukan secara berkala  biasanya direkomendasikan dalam instruction manual suatu peralatan. Dalam compressor 15T diatas, lube oil harus diganti tiap 500 jam running hours. Part pembantu lainnya juga perlu di-inspeksi secara rutin, misalkan tiap bulan, walaupun tidak terdapat dalam manual. Contoh V-belt perlu diperiksa apakah terdapat tanda-tanda kerusakan (patah-patah) ataukah masih bagus. Bila sudah ada tanda-tanda rusak harus segera diganti, kalau tidak bisa jadi ditengah operasi V-belt tersebut putus sehingga compressor tidak dapat bekerja. Begitu pula pemeriksaan grease motor, unloader, setting auxiliary valve, dll. Perawatan berkala sesuai anjuran manual manufacture maupun pengalaman maintenance lapangan inilah yang disebut Preventive Maintenance (PM).

Pos ini dipublikasikan di PM. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s